Search for:

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa Indonesia mempunyai 4 bank yang dimiliki oleh negara. Seluruh bank BUMN tersebut, tentunya memiliki kontribusi terhadap pendapatan negara Indonesia berupa pembagian dividen. Pembagian dividen tersebut juga dapat Anda nikmati apabila telah memiliki saham bank BUMN.

Salah satu aspek penting dalam pembagian dividen adalah keuntungan / laba yang dibukukan oleh perusahaan. Semakin tinggi keuntungan perusahaan, maka semakin tinggi juga dividen yang akan kita terima. Sebaliknya … semakin rendah keuntungan perusahaan, maka semakin kecil pula dividen yang akan kita terima.

Kali ini tim ngurusduit akan membahas mengenai laba Bank BUMN di sepanjang tahun 2019.

Baca juga : Apa itu BUKU Bank?

Laba Bank BUMN

1. Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 9,9 persen di sepanjang tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018. Laba Bank Mandiri pada tahun 2018 adalah Rp 25,02 Trilun dan meningkat menjadi Rp 27,5 Triliun pada tahun 2019.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit yang naik double digit dari Rp 820 Triliun menjadi Rp 907 Triliun. Berkat peningkatan penyaluran kredit tersebut, pendapatan bunga BMRI tumbuh dari Rp 80,99 Triliun menjadi Rp 91,53 Triliun.

Adapun fee based income Bank Mandiri turun 3% pada tahun 2019 menjadi Rp 27,35 Triliun dari tahun sebelumnya Rp 28,33 Triliun.

2. Bank Rakyat Indonesia

PT Bank Rakyat Indonesia berhasil membukukan laba sebesar Rp 34,41 Triliun pada tahun 2019. Laba bersih ini tumbuh sebesar 6,15 persen dibandingkan dengan tahun 2018, dimana laba BRI adalah Rp 32,4 Triliun.

Peningkatan laba tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit yang mencapai Rp 908,88 Triliun. Selain itu, BRI juga mencatatkan perolehan fee based income atau pendapatan non bunga sebesar Rp 14,29 Triliun.

Dengan laba sebesar Rp 34,41 Triliun, maka BRI adalah bank BUMN yang mencatatkan laba terbesar di tahun 2019.

3. Bank Negara Indonesia

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan kode emiten BBNI ini berhasil membukukan laba sebesar Rp 15,38 Triliun di tahun 2019. Angka ini naik tipis dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar Rp 15,02 Triliun.

Pertumbuhan laba BNI ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik dari Rp 35,45 Triliun pada tahun 2018, menjadi Rp 36,6 Triliun pada tahun 2019. Selain itu, fee based income BNI juga tumbuh signifikan dari Rp 9,61 Triliun pada tahun 2018 menjadi Rp 11,36 Triliun di tahun 2019.

4. Bank Tabungan Negara

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan kode emiten BBTN belum dapat menunjukkan performance yang memuaskan pada tahun 2019 ini. Hal ini lantaran laba BTN merosot 92,25 persen dari Rp 2,81 Triliun pada tahun 2018 menjadi Rp 209,26 Triliun pada tahun 2019.

Manajemen BTN melaporkan bahwa pendapatan bunga bersih turun dari Rp 10,2 Triliun pada tahun 2018 menjadi Rp 9,08 Triliun pada tahun 2019. Hal ini lantaran beban dana BTN yang cukup tinggi.

Baca juga : 7 Langkah Untuk Menabung di Bank

Itulah performance laba bank BUMN di tahun 2019. Semoga di tahun 2020, perekonomian Indonesia bisa semakin baik lagi sehingga bank BUMN dapat terus tumbuh dan kita semua dapat merasakan manfaatnya.

Jangan lupa share ya.

 

Author

Write A Comment

eight − three =

Pin It