Tentu sebagian besar dari kita yang terbawa ke web ini ingin mengenal lebih jauh mengenai investasi. Apakah investasi dan menabung merupakan hal yang sama? Kita akan membahasnya dalam artikel kali ini. Investasi merupakan suatu tindakan untuk melakukan penanaman modal berupa uang ataupun barang berharga lainnya sehingga nilainya nanti akan berlipat ganda pada akhirnya. Selain untuk menambah kekayaan, kita juga dapat meminimalkan tekanan inflasi atas kegiatan kita menabung dalam instrumen investasi. Karena salah satu tujuan dari tindakan investasi itu sendiri adalah seseorang dapat menyesuaikan hartanya dengan nilai inflasi yang terjadi di negara tempat dia tinggal, bahkan melipatgandakannya. Bentuk – bentuk investasi sendiri dibagi dalam dua kategori, yaitu investasi pada aset riil dan investasi melalui dunia keuangan (disebut juga non riil).

Baca juga : Yuk Belajar! 7 Langkah Untuk Mulai Menabung di Bank

Investasi Pada Aset Riil

Investasi disebut sebagai aset riil apabila kita melakukan investasi pada instrumen investasi yang fisiknya dapat dilihat secara langsung, dapat kita senuh dan rasakan. Contoh instrumen investasi ini adalah :

1. Emas

Emas merupakan salah satu aset riil yang dianggap paling lancar, cepat dijual sehingga dapat dianggap sebagai uang tunai atau cash. Emas sebagai uang diyakini sebagai salah satu instrumen investasi yang nilainya terus berkembang. Investasi emas adalah jenis investasi yang dianggap paling aman karena merupakan aset riil yang dalam jangka panjang, nilainya selalu naik dan jarang sekali mengalami penurunan. Harga emas dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dan penawaran serta ketersediaan emas di pasaran. Sedikit banyak, emas di Indonesia juga dipengaruhi oleh naik turunya nilai mata uang kita terhadap dollar ataupun valuta asing (valas) lainnya. Apabila kita berinvestasi dalam emas, return yang dihasilkan sekitar 8 – 10 % per tahunnya.

2. Tanah dan Properti

Investasi pada tanah dan properti merupakan salah satu bentuk investasi yang sedang booming di tanah air akhir – akhir ini. Instrumen investasi ini makin diminati karena nilainya yang selalu naik dari tahun ke tahun. Selain dari kenaikan nilainya, investasi properti bahkan akan menguntungkan diri kita apabila dapat memberikan pemasukan bulanan apabila dikelola menjadi kontrakan / disewakan melalui Airbnb. Kenaikan harga properti pada umumnya dipengaruhi oleh inflasi, lokasi serta banyaknya peminat terhadap properti tersebut. Saat ini Indonesia sedang mengembangkan proyek sejuta rumah karena banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang belum memiliki tempat tinggal pribadi saat ini.

Baca juga : 15 Tips Mengatur Keuangan dalam Hidup Minimalis ala Raditya Dika

Investasi Melalui Pasar Uang

Pada umumnya, investasi mempunyai prinsip low risk low return dan high risk high return.

1. Deposito

Deposito merupakan salah satu instrument penyimpanan uang di bank dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Layaknya kita menabung di bank, kita juga akan mendapatkan bunga deposito atas dana yang kita tempatkan di dalam deposito. Berdasarkan waktu pembayaran bunganya, deposito dibagi menjadi dua, yaitu deposito berjangka dan sertifikat deposito.

Deposito berjangka merupakan deposito yang dibayarkan bunganya pada saat jatuh tempo, sedangkan sertifikat deposito akan mendapatkan bunganya saat kita menyetorkan dana di awal. Deposito berjangka akan lebih sering kita temui daripada sertifikat deposito karena bank akan mendapatkan penempatan atau placement dana yang lebih besar. Deposito merupakan salah satu instrument investasi yang paling aman, tetapi return yang dihasilkan memang tergolong kecil.

2. Valuta Asing

Ketika kita melakukan investasi di valuta asing, berarti kita melakukan jual beli antara mata uang negara yang satu dengan mata uang negara yang lainnya. Untuk mengurangi risiko, para trader akan melakukan jual beli valuta asing yang nilainya cukup kuat seperti Dolar, Euro, Poundsterling, Yen atau Yuan. Dalam investasi jenis ini, kurs mata uang yang berubah – rubah merupakan factor utama yang mempengaruhi margin dari para trader. Tingkat likuiditas yang sangat tinggi serta margin yang besar membuatnya menjadi pilihan utama bagi investor yang suka spot jantung. Dalam melakukan investasi ini, investor perlu memantau pergerakan valuta asing secara aktif sehingga dapat mengambil kesempatan yang baik untuk menjual di kala harganya tinggi dan membeli kembali ketika harganya di titik terendah.

3. Sertifikat Bank Indonesia

Sertifikat Bank Indonesia, disingkat sertifikat BI merupakan surat hutang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk mengontrol kestabilan nilai rupiah. Sertifikat ini dijual kepada bank ataupun broker yang ada di Indonesia. Melalui pembelian sertifikat BI, pemilik dapat mengharapkan bunga sebesar 1 – 2% yang dipotong saat pembelian sertifikat, disebut juga bunga diskonto. Bunga diskonto ini nilainya ditentukan pada saat lelang. Contohnya, untuk membeli sertifikat BI senilai Rp 10M dengan bunga 2%, maka kita cukup menyediakan dana sebesar Rp 9,8M saja karena terdapat potongan sebesar 200 juta rupiah. Adapun pada saat jatuh tempo, BI akan menebus kembali sertifikat tersebut senilai Rp 10M. Investasi ini tergolong bebas risiko, karena pembayarannya dijamin oleh negara.

4. Surat Berharga

Surat berharga merupakan dokumen legal atas kepemilikan uang kita dalam suatu perdagangan, perlindungan bagi pemberi hutang ataupun surat yang dimiliki orang yang melakukan perjalanan. Contoh surat berharga adalah cek, bilyet giro, kwitansi, traveler cheque dan lain – lain.

Investasi Melalui Pasar Modal

1. Obligasi

Obligasi atau surat hutang merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengumpulkan sejumlah dana dari investor. Suatu perusahaan yang menerbitkan obligasi mempunyai tujuan untuk mencari sumber pendanaan yang memberikan suku bunga lebih ringan daripada suku bunga perbankan. Investasi ini sangat menarik bagi para investor karena dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi daripada harus menabung di bank. Secara nyata, obligasi dapat memotong rantai perjalanan uang dari investor kepada perusahaan menjadi lebih pendek sehingga kedua belah pihak mendapatkan keuntungan yang baik. Sebelum jatuh tempo, obligasi dapat diperjualbelikan dengan harga yang dipengaruhi oleh kupon dan sisa jangka waktu obligasi tersebut.

2. Saham

Saham merupakan salah satu investasi yang tergolong dalam high risk high return. Secara singkat, saham dapat diartikan sebagai kepemilikan atas suatu perusahaan melalui jumlah lembar saham yang kita miliki. Pemilik saham atas perusahaan tersebut akan merasakan keuntungan dan kerugian yang dialami oleh perusahaan tersebut. Dengan melaksanakan investasi pada saham, pemilik diharapkan dapat memperoleh keuntungan melalui (1) kegiatan jual beli saham tersebut (trading) dan (2) pembagian dividen atas keuntungan yang diperoleh perusahaan pada tahun berjalan kepada setiap pemegang saham sesuai dengan porsi saham yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan perusahaan memperoleh modal dari berbagai sumber, salah satunya dari bunga bank. Karena itu perusahaan mau tidak mau perlu menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi daripada angsuran (modal + bunga) agar dapat membayar hutangnya. Investasi saham memerlukan keahlian khusus untuk terus memprediksi iklim pasar. Selain itu, kita juga perlu memantau potensi atas kepemilikan saham kita sehingga dapat memastikan perolehan atas keuntungan yang kita harapkan.

3. Reksadana

Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang saat ini gencar dijual oleh pihak perbankan. Reksadana merupakan bentuk investasi yang dikelola oleh seorang Manajer Investasi (MI) dalam bentuk portofolio efek dengan mengelola dana yang dikumpulkan dari sekelompok investor. Investasi ini merupakan kegiatan yang mudah dan dapat dimiliki oleh masyarakat umum karena berinvestasi di reksadana tidak memerlukan kapital dan modal yang besar. Reksadana bahkan dapat dibeli dengan harga yang relatif rendah, yaitu dimulai dari Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah). Masyarakat yang ingin memiliki investasi reksadana tidak memerlukan keahlian khusus karena dapat dibeli langsung di bank atau agen yang memiliki sertifikasi APERD (Agen Penjual Reksa Dana). Investasi ini memiliki risiko yang rendah dan berlikuiditas tinggi karena dapat diperjualbelikan dan dicairkan menjadi uang tunai setiap harinya.

Author

Write A Comment

thirteen − thirteen =