Tips investasi reksa dana saham – Apabila Anda sudah membaca artikel saya yang berjudul apa itu inflasi?, maka Anda akan menyadari bahwa nilai kekayaan Anda akan tergerus seiring dengan berjalannya waktu sehingga Anda bertambah miskin.  Oleh karena itu, kita perlu berinvestasi untuk mempersiapkan masa depan keuangan yang lebih baik.

Salah satu instrumen investasi yang dapat menjadi pilihan adalah Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk investasi yang dikelola oleh manajer investasi dan terdiri dari berbagai jenis aset seperti deposito, obligasi, surat utang negara, dan saham.

Dari berbagai jenis reksadana, Reksa Dana Saham dipercaya memberikan imbal hasil yang paling tinggi. Hal ini tentu tidak lepas dari tingginya risiko finansial bagi investor yang memilih Reksa Dana Saham. Salah satu cara untuk mendapatkan cuan ketika berinvestasi di Reksa Dana Saham adalah memiliki jangka waktu investasi yang panjang (>5 tahun).

Seiring meningkatnya literasi keuangan masyarakat Indonesia terhadap produk investasi, maka masyarakat semakin kritis dalam memilih Reksa Dana Saham. Dikutip dari bareksa.com, terdapat 315 pilihan Reksa Dana Saham dari seluruh Manajer Investasi yang dapat dibeli di Indonesia.

Tentunya tidak seluruh Reksa Dana Saham memberikan performance yang cukup baik dan memberikan keuntungan bagi investornya. Oleh karena itu, banyak orang yang mencoba membuat berbagai macam indikator untuk memilih Reksa Dana Saham yang performanya dapat mengalahkan inflasi.

Berdasarkan data dari bareksa.com, 3 Reksa Dana Saham yang memberikan performance terbaik di periode 2016 – 2020 adalah Sucorinvest Equity Fund dengan imbal hasil 68,92%; Sucorinvest Sharia Equity Fund dengan imbal hasil 40,35%; dan Mandiri Investa Equity Movement dengan imbal hasil 40,25%.

Bahkan saya menemukan bahwa hanya ada 3 manajer investasi terbaik yang memberikan top performance di kategori Reksa Dana Saham, yaitu Sucorinvest, Mandiri Sekuritas dan Shinhan. Hal ini menjadi menarik karena kita dapat menjadikan ketiga manajer investasi ini sebagai ACUAN dalam investasi.

Berdasarkan data yang tim ngurusduit.com peroleh, terdapat 3 tips dalam memilih investasi Reksa Dana Saham, yaitu :

Tips Investasi Reksa Dana Saham

1. Return

Anda harus membeli reksa dana saham yang memberikan return tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Saya sendiri menggunakan 3 indikator tahun yaitu 5 tahun terakhir, 10 tahun terakhir, dan since inception (sejak berdiri).

2. Awards

Tips investasi reksa dana saham adalah memilih reksa dana saham yang mendapatkan banyak penghargaan sebagai reksa dana terbaik dari berbagai lembaga terpercaya seperti Kontan, Infovesta, atau Bareksa.

3. AUM

AUM merupakan salah satu indikator utama bahwa reksa dana tersebut berhasil. Hal ini menunjukkan bahwa reksa dana tersebut dipercaya oleh banyak investor sehingga dapat mengelola uang yang sangat banyak.

Apabila Anda telah menerapkan ketiga tips tersebut, tentunya Anda dapat mempersempit pilihan reksa dana saham Anda. Misalnya saja Anda berhasil untuk mendapatkan 50 reksa dana saham yang potensial untuk dimasukkan kedalam portfolio.

Terdapat 4 indikator yang umum digunakan untuk mengukur performance reksa dana saham, yaitu : Sharpe Index, Treynor Ratio, Jensen Index, dan Sortino Ratio. Selanjutnya, Anda dapat memilih 3 reksa dana saham terbaik untuk menghasilkan cuan!

Untuk mempelajari cara perhitungan indikator performance reksa dana, Anda dapat membaca artikel berikut :
[1] Memilih Reksa Dana Dengan Indikator Sharpe Ratio
[2] Memilih Reksa Dana Dengan Indikator Treynor Ratio
[3] Mengenal Jensen Ratio Untuk Memilih Reksa Dana

Salam investasi!

Author

Write A Comment

one × 2 =