Cara Menghitung Bunga Pinjaman – Bila kita hendak mengajukan pinjaman atau kredit kepada pihak lain, seperti bank, pinjaman online ataupun kepada rentenir, kita harus memperhatikan bahwa besarnya angsuran merupakan gambaran nominal yang kita perlu bayarkan setiap bulan. Angsuran tersebut bergantung pada plafond atau nilai pinjaman yang dikucurkan oleh pihak pemberi pinjaman dan perlu dibayarkan sampai kredit tersebut lunas.

Angsuran kredit terdiri dari jumlah pinjaman ditambah bunga pinjaman yang diberikan atas kredit tersebut. Bunga kredit tersebut sangat berpengaruh terhadap nilai angsuran pinjaman, bahkan apabila kita mengacuhkan masalah bunga pinjaman itu.

Setiap jenis kredit yang dikucurkan oleh pihak perbankan akan mempunyai cara perhitungan bunga yang berbeda karena kebijakan yang diterapkan atas tipe – tipe kredit tersebut tidaklah sama. Sebelum kita mengajukan permohonan kredit kepada pihak lain, ada baiknya kita mengetahui cara menghitung bunga pinjaman untuk memastikan kebenaran atas nilai angsuran yang harus kita bayarkan setiap bulan.

Dengan memiliki pengetahuan mengenai cara menghitung bunga pinjaman atas kredit yang kita ajukan, kita dapat menganalisa seberapa besar cicilan yang dibebankan kepada kita beserta jangka waktu pinjaman tersebut diberikan kepada kita. Kemudian kita dapat mawas diri untuk mengelola cicilan tersebut dengan kemampuan keuangan kita.

Bijak mengelola uang akan membuat masa depan kita lebih optimal. Secara umum, jenis – jenis bunga pinjaman yang ditawarkan oleh bank ataupun lembaga – lembaga lainnya cukup beragam. Inilah cara menghitung bunga pinjaman ala bankers :

3 Cara Menghitung Bunga Pinjaman

#1 Bunga Flat

Dibandingkan dengan dua tipe cara menghitung bunga pinjaman yang lainnya, tipe perhitungan bunga flat adalah yang paling mudah dan sederhana dalam perhitungannya. Kita bahkan bisa memperoleh hasilnya dengan mudah dari berbagai brosur kredit tanpa agunan ataupun kredit kepemilikan kendaraan bermotor. Biasanya pada brosur – brosur yang dibagikan saat kita di jalan ataupun sedang berada di dalam mall tersebut, kita akan menemukan kolom – kolom berisi cicilan yang perlu kita bayarkan setiap bulannya. Angka – angka tersebut besarannya tetap dan berlaku sampai kredit kita lunas.

Jumlah angsuran pada tabel tersebut dapat kita periksa dengan menghitungnya kembali dengan metode flat atau rata. Pada tipe perhitungan bunga pinjaman dengan cara ini, nilai bunga beserta plafon dihitung secara seimbang sesuai dengan jangka waktu pinjaman atau tenor yang kita pilih.

Untuk memudahkan kita dalam membayangkan perhitungan bunga flat, coba kita belajar dari contoh kasus berikut. Mr. X mengajukan kredit tanpa agunan sebesar 600 juta rupiah dengan janga waktu pelunasan selama 24 bulan. Atas pinjaman tersebut, Mr. X dibebankan bunga pinjaman sebesar 10% p.a. (per annum aka per tahun). Untuk menghitung bunga yang harus dibayarkan oleh Mr. X, kita dapat melihat ilustrasi di bawah.

Data

Jumlah pinjaman         : Rp 600 juta

Bunga per tahun          : 10%

Jangka waktu               : 24 bulan

Perhitungan

Cicilan pokok pinjaman        :

Rp 600 juta / 24 bulan = 25 juta/bulan

Cicilan bunga pinjaman        :

(Rp 600 jutax 10-%) / 12 bulan = 5 juta/bulan

Total Angsuran                         :

25 juta/bulan + 5 juta/bulan = 30 juta/bulan

Dari ilustrasi di atas, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa cicilan yang harus dibayarkan oleh Mr. X (termasuk bunga pinjaman) adalah Rp 30 juta setiap bulannya. Dikarenakan kita menggunakan metode flat dalam perhitungan bunga tersebut, maka nilai angsuran akan selalu tetap atau tidak mengalami perubahan sama sekali.

#2 Bunga Efektif

Cara menghitung bunga pinjaman yang satu ini memang sedikit unik karena semakin lama, jumlah cicilan yang perlu kita bayarkan akan semakin sedikit. Metode ini dalam penerapannya menghitung jumlah bunga dari sisa total pokok pinjaman. Sistem perhitungan bunga pinjaman ini sangat banyak digunakan dalam kredit jangka panjang seperti kredit investasi ataupun KPR. Tentu saja seiring berjalannya waktu, beban bunga pinjaman yang perlu dibayarkan akan semakin berkurang nilainya dan pada titik tertentu akan lebih kecil apabila dibandingkan dengan perhitungan bunga flat.

Untuk semakin memahami metode perhitungan bunga pinjaman yang satu ini, mari kita coba lihat ilustrasi berikut.

Data

Jumlah pinjaman         : Rp 600 juta

Bunga per tahun          : 10%

Jangka waktu               : 24 bulan

Perhitungan

Kita dapat menggunakan rumus SP x i x (30/360) dengan keterangan sebagai berikut :

SP     : saldo pokok pinjaman dari bulan sebelumnya

i         : suku bunga pinjaman setiap tahunnya

30     : jumlah hari dalam satu bulan

360   : jumlah hari dalam satu tahun

Dari rumus tersebut maka kita dapat menghitung

Cicilan di bulan pertama :

Bunga di bulan pertama       = Rp 600 juta x 10% x (30/360) = 5 juta

Total cicilan bulan pertama  = Rp 25 juta + Rp 5 juta = Rp 30 juta

Cicilan di bulan kedua :

Bunga di bulan kedua            = Rp 575 juta x 10% x (30/360) = 4,79 juta

Total cicilan bulan kedua      = Rp 25 juta + Rp 4,79 juta = Rp 29,79 juta

Dari ilustrasi perhitungan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa cicilan setiap bulan akan menjadi lebih kecil karena bunga yang semakin kecil.

#3 Bunga Anuitas

Cara menghitung bunga pinjaman dengan metode anuitas tidak jauh berbeda dengan metode bunga pinjaman efektif. Hal ini bertujuan untuk mempermudah nasabah dalam melakukan pembayaran. Dengan metode anuitas, nasabah akan membayarkan besar cicilan yang sama setiap bulan saja, hanya saja komposisi bunga dan pokok cicilannya akan berubah – rubah setiap bulan.

Secara umum, nilai bunga perbulan akan berkurang, tetapi cicilan pokoknya akan semakin besar. Dengan kata lain, perhitungan bunga dengan metode anuitas membuat kita harus membayar pokok cicilan yang lebih kecil di awal periode.

Catatan :
Menghitung bunga pinjaman dengan metode bunga anuitas dan metode bunga efektif adalah sama : SP x i x (30/360).

Itulah ketiga metode cara menghitung bunga yang sering digunakan para bankers dalam menghitung cicilan yang harus kita bayarkan. Dengan ikut mengetahuinya, kita dapat mempersiapkan keuangan kita dari jauh – jauh hari sehingga pada saat periode cicilan, kita dapat membayarnya dengan tepat waktu.

Kita tidak perlu takut untuk terjerat pinjaman di atas kemampuan kita! Salam NGURUSDUIT.COM

Author

Write A Comment

7 + six =