Search for:

Reksadana merupakan produk investasi yang menguntungkan bagi investor pemula. Pasalnya, reksadana dikelola oleh manajer investasi (MI) yang profesional dan telah berpengalaman dalam mengelola instrument investasi.

Terdapat empat jenis reksadana yang dapat kamu pilih, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Kamu dapat memilih salah satu atau mengombinasikan keempat jenis reksadana tersebut dalam portfolio investasimu.

Setiap investor tentunya ingin mendapatkan keuntungan. Namun perlu diingat! reksadana terbaik akan berbeda untuk setiap orang. Oleh karena itu, saya ingin membagikan solusi cara memilih reksadana terbaik untukmu.

Cara Memilih Reksadana Terbaik

1. Menentukan Tujuan Investasi

Menetapkan tujuan investasi sangatlah penting agar kamu tidak kehilangan arah. Misalnya mengumpulkan DP rumah, biaya pendidikan anak, dana pensiun, atau berlibur. Selanjutnya kelompokkan tujuan investasi tersebut berdasarkan jangka waktunya : jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Berikutnya, pilih reksadana yang sesuai dengan tujuan tersebut. Sebagai contoh, reksadana saham cocok untuk investasi jangka panjang lebih dari 5 tahun.

Jadi kamu dapat menggunakan reksadana saham untuk mempersiapkan dana pension atau biaya pendidikan anak. Namun, reksadana saham kurang cocok untuk mengumpulkan uang liburan.

Untuk jangka pendek, kurang dari 1 tahun … kamu dapat menggunakan reksadana pasar uang karena paling aman diantara reksadana lainnya. Jadi, kamu dapat menggunakan reksadana pasar uang untuk mengumpulkan uang liburan atau DP rumah.

2. Sesuaikan dengan Profil Risiko

Setiap investor pasti mengharapkan keuntungan. Yang pasti, reksadana mampu memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan deposito.

Walaupun telah dibantu MI, reksadana tetap mengandung risiko … seperti penurunan nilai. Oleh karena itu, pemilihan reksadana perlu disesuaikan dengan profil risiko investor.

Terdapat 3 tipe investor, yaitu konservatif atau cari aman, moderat atau menengah, dan investor agresif yang berani mengambil risiko untuk mendapatkan imbal hasil yang tinggi.

Buat kamu yang tidak mau rugi atau risk averse, sebaiknya pilih reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

Salah satu indikator yang sering digunakan adalah Max Drawdown. Max Drawdown adalah penurunan maksimum reksadana dari titik puncak ke titik rendah dalam periode tertentu.

Sebagai contoh … Jika Max Drawdown adalah 10% dalam setahun, maka reksadana tersebut pernah turun 10% dalam satu tahun terakhir. Coba pertimbangkan apakah kamu dapat menerima risiko ketika berinvestasi di reksadana tersebut?

3. Memilih Manajer Investasi

Setelah memilih jenis reksadana yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risikomu, langkah berikutnya adalah memilih manajer investasi.

Pilihlah manajer investasi yang memiliki rekam jejak bagus, berkinerja baik, reputasi baik serta memiliki nama besar. Dengan begitu, kamu dapat berinvestasi dengan tenang.

Selanjutnya, pastikan kamu membeli reksadana melalui Agen Penjual Reksadana. Saya merekomendasikan aplikasi Digibank atau Ajaib untuk membeli reksadana secara online.

4. Memperhatikan Dana Kelolaan

Dana kelolaan atau disebut Asset Under Management (AUM) adalah dana yang dikelola dalam reksadana tersebut. AUM dapat digunakan untuk mengukur tingkat kepercayaan investor kepada suatu reksadana. Semakin besar AUM, maka semakin tinggi pula kepercayaan investor kepada kualitas dari reksadana tersebut.

5. Melihat beban biaya (expense ratio)

Dalam mengelola dana investor, tentunya Manajer Investasi mengeluarkan biaya seperti biaya marketing, kustodian, fee trading, dll. Jika kamu menemukan beban biaya yang cukup rendah dibandingkan imbal hasil, berarti MI tersebut dapat diandalkan untuk mengelola danamu.

Penutup

Apakah kamu masih ragu untuk membeli reksadana? Saya telah membuatkan video untuk membantu kamu dalam membeli reksadana secara online. Selamat menonton. Enjoy!

Author

Write A Comment

ten + 12 =

Pin It