Mengenal Bitcoin

Apa itu bitcoin – Mungkin sebagian besar dari kamu pernah mendengar kata “bitcoin” tersebut. Bitcoin pelopor mata uang digital di dunia, yang diciptakan oleh seseorang anonim yang kemudian mengaku bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 silam. Baru kemudian pada tahun 2016, Craig Wright mengaku bahwa dialah yang menciptakan bitcoin. Kedua pengakuan ini masih belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Namun kita tidak akan membahas lebih jauh mengenai kedua klaim tersebut, karena kita tidak sedang belajar mengenai sejarah bitcoin. Tapi kita akan mengupas mengenai apa itu bitcoin dan fungsi dari bitcoin tersebut. Sampai saat ini banyak orang yang menemukan bahwa bitcoin merupakan sesuatu yang rumit, padahal bitcoin merupakan sesuatu yang dapat dimengerti secara sederhana. Sesederhana Bitcoin adalah mata uang digital! Ya, sesederhana itu! Karena bitcoin merupakan mata uang digital, maka ada sebagian orang yang juga menyatakan bahwa bitcoin adalah aset digital. Bitcoin dapat kita bayangkan seperti emas digital, seperti eGold, walaupun sebenarnya jauh berbeda. Hal ini dikarenakan Bitcoin hanya tersedia di dunia digital saja dan tidak memiliki bentuk fisik yang nyata.

Berdasarkan jurnal yang dirilis oleh Bitcoin.org, penemunya menyatakan bahwa Bitcoin adalah “A purely peer to peer version of electronic cash would allow online payments to be sent directly from one party to another without going through a financial institution”. Apabila diterjemahkan secara bebas, maka izinkan saya untuk menerjemahkan jurnal tersebut demikian Bitcoin adalah mata uang digital yang dapat digunakan secara online dalam melakukan pembayaran dari satu pihak ke pihak lainnya tanpa melalui institusi keuangan.

Untuk memahami Bitcoin lebih jauh, mari kita bayangkan suatu transaksi. Dalam suatu transaksi pasti terdapat penjual dan pembeli bukan? Penjual akan memberikan barang dan atau jasa kepada pembeli, dan atas kejadian tersebut, pembeli akan memberikan sejumlah uang atas prestasi yang telah diberikan penjual. Pemberian uang tersebut dapat diberikan secara tunai ataupun transfer. Apabila kita mengirimkan uang tersebut secara transfer, maka selama ini akan terdapat pihak ketiga yang mengakomodir pengiriman tersebut, misalnya bank atau lembaga keuangan (Visa, Mastercard, Paypal, dan lain – lain).

Mungkin kita sering menggunakan bank dalam melakukan transfer, namun banyak yang belum menyadari bahwa mereka juga sering kali menggunakan lembaga keuangan ketika melakukan transfer uang. Apakah kamu pernah membeli barang di Amazon atau Alibaba? Metode pembayaran apakah yang kamu gunakan? Pasti seringkali menggunakan kartu kredit bukan. Kalau jawabannya iya, mari sama – sama kita cek kartu kredit kita. Pada kartu kredit tersebut biasanya terdapat logo Visa atau Mastercard. Hal tersebut menunjukkan bahwa Visa atau Mastercard merupakan institusi yang membantu kita untuk memastikan uang yang kita transfer secara online dapat sampai ke penjual dengan aman. Atas jasa tersebut, kita akan dikenakan biaya administrasi. Apakah kamu sekarang dapat membayangkan siklus transaksi dan pihak – pihak yang terlibat didalamnya? Jadi apa itu Bitcoin? Mari kita bahas lebih detail.

Karakter Bitcoin

Apa itu Bitcoin – Mempelajari karakter. Sekarang mari kita kembali ke diskusi awal kita mengenai bitcoin. Sebagai sebuah aset atau mata uang digital, Bitcoin memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dibandingkan mata uang konvensional. Karakteristik Bitcoin tersebut adalah sebagai berikut :

Bitcoin dapat ditransfer instant secara peer to peer

Bitcoin menggunakan sistem peer to peer dalam mencatat seluruh transaksinya. Hal tersebut berarti Bitcoin berjalan tanpa memiliki database terpusat dan disimpan secara ter-desentralisasi serta ter-distribusi ke setiap pengguna yang terhubung di dalam jaringan. Setiap pengguna tersebut selanjutnya akan menjadi node atau server yang mencatat seluruh transaksi bitcoin yang terjadi.

Bitcoin dapat ditransfer ke mana saja

Apa itu Bitcoin – Karena merupakan salah satu mata uang digital, maka Bitcoin juga dapat dipindahtangankan melalui metode transfer. Kita dapat mengirimkan Bitcoin dalam hitungan detik, kapanpun dan kemanapun selama perangkat kita dan penerima Bitcoin terhubung secara online. Bayangkan mudahnya transaksi hanya bermodalkan handphone dan koneksi internet!

Biaya transfer yang sangat kecil

Walaupun Bitcoin tidak menggunakan jasa lembaga keuangan, transfer Bitcoin tidak sepenuhnya gratis. Seperti disampaikan diatas, bahwa seluruh perangkat yang terhubung di dalam jaringan Bitcoin akan menjadi server untuk mencatat seluruh transaksi Bitcoin yang terjadi. Perangkat tersebut akan mendapatkan imbal hasil bergantung pada besarnya partisipasi yang diberikan dalam pencatatan transaksi Bitcoin tersebut. Sampai saat ini, biaya yang dikeluarkan untuk melakukan transfer Bitcoin adalah sebesar Rp 5.000,00 tanpa mempedulikan jumlah Bitcoin yang kamu transfer dan kemana kamu melakukan transfer Bitcoin, bahkan keluar negeri sekalipun… Sangat murah bukan!

Transaksi bitcoin bersifat irreversible

Saat kita melakukan transfer Bitcoin, kita perlu meyakini bahwa kita telah mengirimkan jumlah yang tepat ke orang yang tepat. 2 hal tersebut perlu kita sadari secara matang karena begitu kita mengirimkan perintah transfer Bitcoin, maka transaksi tersebut tidak dapat dibatalkan, kecuali penerima salah alamat tersebut bersedia untuk mengirimkan kembali Bitcoin kepada kita.

Transaksi bitcoin bersifat pseudonymous

Apa itu Bitcoin – Karakteristik ini merupakan salah satu yang paling menarik dikarenakan kita tidak pernah tahu siapa pemilik alamat Bitcoin yang terdapat di dalam database, apabila si pemilik tidak pernah memberitahukan atau mempublikasikannya. Walaupun kita tidak mengetahui pemilik Bitcoin tersebut, kita tetap dapat mengetahui saldo dan seluruh transaksi yang tercatat atas alamat Bitcoin tersebut. Bukan main bukan? Setiap pengguna Bitcoin dapat memilih apakah ia ingin namanya dimunculkan atau tidak. Meskipun pada akhirnya ia memilih untuk menjadi anonymous, atau merahasikan identitasnya, seluruh transaksinya akan tetap tercatat di server dan dapat dipantau oleh masyarakat.

Jumlahnya terbatas

Seperti halnya emas, Bitcoin akan diciptakan dalam jumlah yang terbatas. Berdasarkan pantauan tim ngurusduit.com, jumlah Bitcoin hanya akan berjumlah 21 juta Bitcoin di seluruh dunia dan 80%nya telah berhasil ditambang oleh para Bitcoin miners. Sistem tambang Bitcoin menggunakan algoritma unik yang membuatnya akan makin susah ditambang dari waktu ke waktu. Hal ini menyerupai sistem ekonomi karena adanya inflasi / deflasi dan meningkatnya permintaan dan terbatasnya jumlah Bitcoin, maka harga Bitcoin akan cenderung naik.

Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga ataupun pemerintah

Seluruh transaksi Bitcoin sangat terbuka untuk umum dan tercatat secara transparan dan langsung, sehingga tampaknya mustahil bagi seseorang yang ingin membuat transaksi palsu di sistem Blockchain Bitcoin. Seorang hacker yang ingin memalsukan transaksi perlu perangkat yang cukup kuat untuk meretas jutaan server pada waktu yang bersamaan. Bagi saya sih mustahil. Kalau menurutmu bagaimana?

Ke-7 karakteristik tersebut nampaknya sangat menarik bagi kebanyakan orang. Konsepnya dari mata uang digital bitcoin sangat mudah dimengerti bukan?

Cara Menggunakan Bitcoin

Apa itu bitcoin – Untuk dapat menggunakan bitcoin kita harus menginstall suatu software yang bernama Bitcoin Wallet. Bitcoin Wallet merupakan suatu aplikasi untuk penyimpanan bitcoin dan harus terinstall di perangkat kedua belah pihak. Kita dapat menggunakan PC / laptop, tablet dan smartphone yang selanjutnya akan digunakan untuk media penyimpanan Bitcoin. Setelah melakukan instalasi Bitcoin wallet, kita akan mendapatkan Bitcoin Address yang akan menjadi identitas kita dalam transaksi Bitcoin. Jadi di setiap perangkat, kita hanya dapat melakukan instalasi 1 Bitcoin Wallet yang akan terhubung dengan Bitcoin Address kita.

Untuk memperoleh Bitcoin pertama, kita dapat melakukan 2 aktivitas yaitu membeli Bitcoin melalui marketplace digital atau menjadi Bitcoin miners. Apabila kita sudah memiliki Bitcoin dan ingin melakukan transfer Bitcoin, maka caranya sangat mudah! Kita tinggal membuka aplikasi Bitcoin Wallet kita dan memasukkan Bitcoin Address dari penerima yang kita tuju serta nilai dari Bitcoin yang ingin ditransfer. Apabila pengiriman telah berhasil, maka Bitcoin kita akan terpotong dan pindah menjadi Bitcoin penerima.

Yang kita perlu sadari adalah data Bitcoin tersimpan dalam Bitcoin Wallet yang terinstall di dalam aplikasi kita. Bitcoin Wallet tersebut akan terhubung dengan komputer di seluruh dunia melalui jaringan peer to peer. Karena Bitcoin tersimpan di dalam komputer kita, maka apabila komputer kita rusak menandakan bahwa Bitcoin yang kita miliki akan ikut hilang. Jadi kita perlu menyadari pentingnya melakukan back up data atas Bitcoin yang kita miliki ke beberapa perangkat. Ketika melakukan transaksi, puluhan juta komputer yang termasuk di dalam jaringan Bitcoin akan melakukan verifikasi data sehingga kamu dapat meyakini kebenaran atas transaksi yang terjadi. Apalagi kalau jumlah Bitcoinmu banyak. Pastikan kamu telah memiliki back up datanya!

Apakah Bitcoin akan menggantikan mata uang konvensional?

Hal ini merupakan angan – angan dari pencipta Bitcoin dan banyak orang di dunia. Tetapi seperti mimpi – mimpi yang lain, perubahan dari mata uang konvensional menjadi mata uang digital tampaknya masih jauh dari kenyataan. Setidaknya dalam jangka waktu 10 bahkan 25 tahun lagi, tim ngurusduit.com menggangap bahwa posisi mata uang konvensional belum dapat tergantikan. Mungkin mata uang digital akan menjadi subtitusi dari mata uang konvensional, tetapi untuk menggantikan posisi mata uang konvensional sepertinya masih belum dapat diterima di masyarakat. Tetapi setidaknya tim ngurusduit.com ingin kamu dapat meyakini satu hal. Bitcoin merupakan suatu terobosan dalam sebuah transaksi keuangan. Semoga artikel mengenai “Apa itu BITCOIN” ini dapat memberikan suatu sudut pandang mengenai mata uang digital yang berkembang ini.

Salam,
Tim NGURUSDUIT.COM

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *