Baru – baru ini, youtubers dan stand up comedian Senior yang bernama Raditya Dika banyak mengupas prinsip hidupnya. Salah satunya adalah mengenai Raditya Dika yang sedang menjalani gaya hidup MINIMALISM. MINIMALIS merupakan gaya hidup minimalis dengan salah satu prinsipnya yaitu : “Daripada memiliki banyak barang, tetapi kurang berkualitas. Lebih baik memiliki satu barang dengan kualitas terbaik!”

Usut punya usut, dari gaya hidup MINIMALIS ini, Raditya Dika menerapkan pola pikir yang sama dalam mengatur keuangan personal. Walaupun hidup sederhana, ternyata Raditya Dika memiliki asset seperti rumah, mobil dan dana pensiun. Dikutip dari channel Youtube Raditya Dika, bahkan Radit (panggilan akrabnya) sudah dapat pensiun dini dengan modal tabungan tersebut.

Baca juga : √ 2019 – Kata Kata Bijak Islami Singkat Kekinian

Ingin tahu prinsip hidup management keuangan dari Raditya Dika? Yuk kita lihat 15 tips management keuangan ala Raditya Dika ini :

Tips Management Keuangan

#1 – Beli Barang Untuk Diri Sendiri

Beli barang yang membuat kita happy, bukanlah untuk menyenangkan orang lain. Jangan sampai untuk menjaga gengsi, kita membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Dalam hidup minimalism, beli barang mewah itu OK. Selama barang tersebut terutilisasi dengan baik dan memberikan kamu value yang baik.

#2 – Waktu adalah Teman Terbaik Investasi

Bayangkan kita punya uang Rp 100 juta dan disimpan di deposito dengan bunga sebesar 5%. Maka setelah satu tahun, uang tersebut akan berkembang menjadi Rp 105 juta. Apabila uang tersebut kita tabung kembali, maka bunga tahun berikutnya adalah dari Rp 105 juta (bukan Rp 100 juta).

Semakin lama kita berinvestasi, semakin besar imbal hasil yang kita dapatkan. Compound interest kita alhasil akan semakin besar!

#3 – Uang Keluar < Uang Masuk

Caranya ada 2 : (1) meningkatkan uang masuk; dan atau (2) mengurangi uang keluar. Kamu pilih yang mana?

#4 – Ga mau ngutang dan ga mau ngutangin

Banyak pertemanan rusak karena hutang. Jadi bijak ya dalam berhutang. Kalaupun kamu terpaksa berhutang, pakailah untuk yang nilai assetnya bertumbuh, seperti RUMAH! Jangan gunakan hutang untuk beli mobil, motor, ataupun kebutuhan fashion.

#5 – Bayar sesuatu itu cash

Setiap barang yang kita bisa beli, kalau bisa tanpa hutang. Ga usah terlalu mewah, ga usah terlalu mahal. Yang penting bisa dibeli dengan uang tunai!

Ada riset yang mengatakan bahwa kita merasa sakit apabila kita mengeluarkan uang cash. Tentunya ini akan mengurangi pengeluaran

#6 – Fokus ke Penghasilan

Kebanyakan financial consultant, mengajarkan kita untuk mengurangi uang keluar. Padahal lebih penting untuk meningkatkan penghasilan.

Btw, gaji dan penghasilan itu beda ya kawan. Sumber penghasilan itu banyak.

#7 – Pelajari Instrument Investasi

Banyak instrument investasi dan masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang akan menawarkan instrument yang berbeda.

#8 – Banyak Penghasilan bukan berarti Banyak Pengeluaran

Banyak orang kaget ketika melihat duit yang banyak. Jadinya mental yang terbentuk akan menjadi konsumtif. Sebaiknya pengeluaran kita tidak naik secara signifikan. Sisihkan porsi yang lebih banyak pada investasi.

#9 – Punya Budget

Budget itu penting sehingga kita dapat menakar dan melakukan review pengeluaran. Yang lebih penting adalah kita menyisihkan budget investasi di awal. Banyak penelitian yang merekomendasikan bahwa budget untuk investasi minimal 10% dari total penghasilan.

#10 – Beli Pengalaman, Jangan Beli Barang.

Beli pengalaman seperti berlibur dan kuliner akan memberikan kita kebahagiaan yang lebih besar dibandingkan dengan kita membeli barang.

Kebahagiaan yang ada akan dapat kita ceritakan sampai anak cucu kita.

#11 – Pikirkan Cost Per Use nya.

Coba bayangkan apabila kita ditawarkan dua pilihan. HP A harga Rp 1.2 juta tetapi cuman berumur 6 bulan dan HP B seharga Rp 2.5 juta dan masa pemakaiannya dapat mencapai 3 tahun. Siapa dari kamu yang pilih HP A? Dan siapa dari kamu yang pilih HP B?

Setelah kamu mempunyai jawaban, coba kita lihat rekomendasi dalam management keuangan. Barang A memiliki cost sebesar Rp 200 ribu / bulan, sedangkan Barang B memiliki cost kurang dari Rp 100 ribu / bulan. Mana yang lebih murah?

#12 – Usahakan Belanja Sendiri

Kalau kita belanja sendiri, itu aman. Kalau kita ama teman, kita sering mudah terhasut karena rekomendasi mereka. Walaupun mungkin niat mereka baik. Hehe

#13 – Bayar Pajak dan Donasi

Penghasilan banyak berarti bayar pajak yang banyak. Jangan sampai kita berpikir tidak mau bayar pajak karena nantinya akan dikorupsi. JANGAN! Ingat bahwa pemerintah membangun jalan tol atau BPJS dari pajak yang kita bayarkan. Lebih bijak untuk bayar pajak dan awasi penggunaannya.

Berhubungan dengan donasi, kita tentunya akan menjadi lebih bahagia ketika kita membantu orang lain. Berilah maka kamu akan diberi.

#14 – Semua Ini adalah Kebiasaan

Perlu komitmen dan perlu fokus untuk hidup hemat. Kita perlu mengubah kebiasaan – kebiasaan yang tidak sehat dengan uang dan memaintain kebiasaan – kebiasaan baik. Ini adalah sebuah proses pembelajaran seumur hidup.

#15 – Temukan Pasangan Yang Bijak Mengelola Keuangan

Ada studi yang bilang bahwa 80% masalah rumah tangga adalah tentang uang.

Pasangan dan diri kita sendiri perlu berkomunikasi dan mempunyai visi yang sama dalam management keuangan. Bahkan dari mulai pacaran, akan menjadi pondasi yang kuat setelah kita menikah.

Baca juga : √ 2019 Kata Kata Cinta Romantis Lucu Rindu Buat Pacar Tersayang

Author