Saat ini Indonesia sedang diramaikan dengan kehadiran perusahaan startup. Apalagi perusahaan startup dianggap telah berhasil membawa disrupsi dalam proses bisnis masa kini. Disrupsi tersebut semakin terasa ketika teknologi yang diaplikasikan telah terserap dan menyatu dengan gaya hidup masyarakat, termasuk kalangan terbawah.

Akibat dampak positif yang telah diberikan, beberapa perusahaan startup berkembang menjadi raksasa dan menjadi sebuah perusahaan unicorn. Startup pertama di Indonesia yang berhasil mendapatkan gelar unicorn adalah Go-Jek.  Walaupun kata “unicorn” telah semakin sering disebutkan, tetapi masih banyak yang belum memahami arti kata tersebut.

Muncul banyak pertanyaan seperti : kenapa sebuah perusahaan mendapatkan gelar unicorn? Apakah gelar unicorn tersebut hanya diberikan ke perusahaan yang bergerak di bidang tersebut? Lalu muncul pula istilah baru yaitu perusahaan decacorn … apakah mereka perusahaan yang sama atau berbeda?

Pada artikel kali ini, izinkan saya untuk memberikan FAQ mengenai perusahaan startup unicorn.

Apa itu perusahaan Unicorn?

Istilah Unicorn diberikan kepada sebuah perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari $1 miliar. Istilah ini diperkenalkan oleh pendiri dari Cowboy Ventures, Aileen Lee, pada tahun 2003 ketika dia mereferensikan 39 perusahaan startup yang telah mempunyai valuasi $1 miliar sebagai perusahaan unicorn. Istilah yang selanjutnya digunakan untuk menekankan bahwa sangatlah sulit untuk sebuah perusahaan mencapai nilai tersebut. Walaupun begitu, jumlah perusahaan startup terus meningkat.

Berapa jumlah perusahaan Unicorn di dunia?

Berdasarkan data yang dirilis oleh cbinsight.com, terdapat lebih dari 300 perusahaan di seluruh dunia yang telah mendapatkan nilai valuasi $1 miliar dollar pada Januari 2019. Bahkan beberapa perusahaan memiliki nilai lebih dari $10 miliar (decacorn) dan beberapa perusahaan memiliki nilai lebih dari $100 miliar (hectocorn). 5 perusahaan yang memiliki valuasi terbesar saat ini adalah :

  • Toutiao (ByteDance), memiliki nilai valuasi $75 miliar
  • Didi Chuxing, memiliki nilai valuasi $56 miliar
  • JUUL Labs, memiliki nilai valuasi $50 miliar
  • SpaceX, memiliki nilai valuasi $33.3 miliar
  • Stripe, memiliki nilai valuasi $35.25 miliar

Karakteristik perusahaan Unicorn

Rata – rata, 10 perusahaan unicorn lahir setiap tahunnya. Tentunya akan muncul pertanyaan dibenak kita seperti : kenapa perusahaan unicorn dihargai sangat mahal? Apa yang membedakan perusahaan unicorn dengan perusahaan startup lainnya?

  • Disruptive innovation: Mayoritas dari perusahaan unicorn telah berhasil mendisrupsi industri mereka masing – masing. Sebut saja Go-Jek yang telah berhasil merubah cara orang untuk memesan kendaraan, Tokopedia yang telah menyediakan platform untuk mempertemukan penjual dan pembeli secara online, dan Traveloka yang berhasil merubah cara orang memesan tiket pesawat dan hotel.
  • Tech savvy: dari 300 perusahaan unicorn yang ada di dunia saat ini, 87% membuat produk software, 7% membuat produk hardware, dan 6% sisanya membuat produk dan jasa lainnya. Sampai saat ini, seluruh perusahaan unicorn tersebut memanfaatkan teknologi sebagai ujung tombak dalam mengembangkan perusahaan mereka. Misalnya saja dropbox yang membuat aplikasi berbagi file menggunakan cloud dan shopify untuk membuat toko online sendiri.
  • Fokus pada pelanggan: 62% dari perusahaan unicorn tersebut mempunyai model bisnis B2C (Business to Customers) dan berusaha untuk membuat hal yang lebih mudah dan murah bagi pelanggan mereka. Misalnya saja Spotify yang membuat kita dapat mempermudah kita untuk mendengarkan musik.
  • Private companies: Mayoritas dari perusahaan tersebut mendapatkan pendanaan dari perusahaan private. Selanjutnya, nilai valuasi perusahaan tersebut berkembang ketika ada partner yang ikut berinvestasi di dalamnya.

Apa itu perusahaan Decacorn (Super Unicorn)?

Sebuah perusahaan Unicorn yang memiliki nilai valuasi lebih dari $10 miliar akan mendapatkan julukan baru yaitu perusahaan Decacorn atau Super Unicorn. Saat ini Go-Jek menjadi yang pertama menjadi perusahaan Decacorn di Indonesia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *